Globalnetwork.id, HONG KONG — Whitesky Aviation Group membidik peluang pasar electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) yang diproyeksikan mencapai sekitar US$6,2 miliar dalam dua dekade mendatang, seiring berkembangnya Advanced Air Mobility (AAM) sebagai bagian baru dari sistem transportasi dan industri penerbangan.
Founder dan CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja membawa perspektif tersebut dalam rangkaian forum Advanced Air Mobility di Hong Kong, setelah diundang sebagai satu-satunya pembicara dari Indonesia.
Bagi Whitesky, pertumbuhan eVTOL dalam 20 tahun ke depan tidak hanya akan menciptakan pasar bagi pengoperasian aircraft. Perkembangannya berpotensi melahirkan beberapa lapisan bisnis baru dalam satu ekosistem.
Mulai dari air mobility services, infrastructure, maintenance, energy system, training, digital operation hingga technology support.
“Kami melihat eVTOL bukan sebagai satu produk penerbangan baru. Di belakang aircraft akan terbentuk infrastructure, services dan technology ecosystem yang secara bersama-sama menciptakan market baru,” ujar Denon.
Perubahan tersebut membuat economic opportunity AAM berbeda dibandingkan ekspansi bisnis penerbangan konvensional.
Dalam model lama, pertumbuhan perusahaan penerbangan sangat ditentukan oleh jumlah aircraft dan kapasitas penerbangan yang dapat dijual. Pada AAM, economic value dapat muncul di lebih banyak titik.
Aircraft membutuhkan lokasi operasi. Infrastruktur membutuhkan pengelolaan. Electric aviation membutuhkan sistem energi. Fleet membutuhkan maintenance, software dan berbagai supporting services.
Semakin luas implementasinya, semakin besar pula revenue pool yang dapat terbentuk di belakang operasi penerbangan.
Whitesky melihat peluang tersebut sebagai salah satu new growth engine perusahaan dalam jangka panjang.
Karena itu, strategi perusahaan tidak hanya diarahkan pada adopsi teknologi, tetapi pada bagaimana Whitesky dapat memiliki posisi pada berbagai bagian dari rantai bisnis yang berkembang bersama teknologi tersebut.
Hong Kong menjadi salah satu tempat Whitesky membawa pembicaraan itu ke level regional.
Denon menilai pertumbuhan AAM membutuhkan kolaborasi antara operator, technology company, infrastructure provider, financial institution dan pemerintah agar dapat berkembang menjadi industri dengan skala yang lebih besar.
“The opportunity is not simply how many aircraft can operate. The bigger question is how much value can be created around every aircraft that enters the ecosystem,” kata Denon.
Dalam dua dekade mendatang, Whitesky memproyeksikan ceruk pasar yang dapat ditangkap dari perkembangan tersebut mencapai sekitar US$6,2 miliar.
Bagi Whitesky, angka itu bukan sekadar target pertumbuhan aset. US$ 6,2 miliar menggambarkan peluang untuk membawa bisnis penerbangan dari model aircraft operation menuju platform Advanced Air Mobility dengan sumber economic value yang jauh lebih luas. *



