Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global
Globalnetwork.id – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong ekonomi kerakyatan berbasis warisan budaya.
Hal itu terungkap dalam kunker Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, ke Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8).
Wamenkop mendorong revitalisasi peran koperasi sektor riil agar tidak sekadar berfokus pada simpan pinjam.
melainkan menjadi pilar utama ekonomi nasional yang mampu membawa produk lokal menembus pasar global.
Wamenkop menegaskan komitmen Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang menyalurkan pembiayaan mendukung Koperasi Aji Tera.
Pembiayaan ini agar koperasi pengrajin lurik legendaris yang berdiri sejak 1950 tersebut dapat naik kelas dan memperluas ekosistem usahanya.
“Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara,” ujar Farida.
Turut hadir pada kunjungan tersebut adalah Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Bisnis LPDB Oetje Koesoema Prasetia, Karo Humas, TU, dan TI Kemenkop Darmono, serta Ketua Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera Maharani.
Wamenkop menambahkan, penguatan koperasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan posisi koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional.
Ke depan, koperasi eksis seperti Aji Tera juga disiapkan sebagai mitra kolaborator bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bakal diplot menjadi etalase produk-produk lokal di seluruh Indonesia.
Potensi Lurik
Sementara itu, Wamen Ekraf Irene Umar menyoroti potensi besar lurik di pasar internasional melalui nilai filosofis dan narasi spiritual yang terkandung di setiap motifnya.
Menurutnya, konsumen global saat ini tidak hanya membeli produk busana, tetapi juga mencari cerita dan makna dari karya tersebut.
“Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan,” ungkap Irene.
Sebagai langkah konkret promosi, pemerintah merencanakan kolaborasi lintas sektor
termasuk mendorong publikasi ragam motif Lurik Prasojo pada media penerbangan nasional
serta mengintegrasikan wastra tenun ke dalam ekosistem ekonomi kreatif dan pop culture generasi muda.
Kunjungan dengan kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan pengurus koperasi
untuk terus melibatkan pengrajin lokal dan kaum perempuan sebagai garda terdepan pelestari budaya dan penggerak ekonomi daerah.**




