Denpasar, Globalnetwork.id — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan penguatan ekosistem digital dan kemitraan usaha menjadi kunci UMKM naik kelas.
Saat memberikan sambutan dalam acara Tribun Bali Award di Denpasar, Bali, Jumat (29/5), Bagus Rachman mengatakan UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Namun, tantangannya adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah, kreativitas, produktivitas, dan konektivitas usaha agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Sebanyak 97 persen UMKM di Indonesia masih berada pada level mikro. Karena itu yang terpenting adalah mendorong pengusaha UMKM agar naik kelas melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem usaha,” ujar Bagus.
Baca Juga : Kementrian UMKM Luncurkan ACCES 2026, Perluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, platform digital, dunia usaha, dan Pemda menjadi faktor penting dalam memperluas akses pasar bagi UMKM.
Bagus menjelaskan peluang pasar bagi UMKM sebenarnya sangat besar. Salah satunya berasal dari belanja barang dan jasa pemerintah yang nilainya sekitar Rp1.100 triliun dan alokasi minimal 40 persen untuk produk UMKM.
Selain itu, terdapat pula platform PaDi UMKM untuk memperluas akses pasar bagi UMKM di berbagai daerah.
“Karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong pengusaha UMKM di wilayahnya agar dapat memanfaatkan peluang pasar yang tersedia,” kata Bagus.
Baca Juga : Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM
Pada kesempatan tersebut, Bagus juga memperkenalkan pengembangan platform SAPA UMKM sebagai superapps layanan terpadu bagi pengusaha UMKM.
Platform tersebut memudahkan akses terhadap berbagai layanan usaha secara terintegrasi, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi, pembiayaan, hingga pendampingan dan pengembangan usaha.
Melalui SAPA UMKM, berbagai kebutuhan pengusaha UMKM nantinya akan terhubung dalam satu pintu. Mulai dari NIB, OSS, sertifikasi halal, hingga akses pembiayaan dan ekspor,.
Selain memperkuat digitalisasi, Kementerian UMKM juga terus mengembangkan ekosistem kemitraan bisnis berbasis klaster.
Klaster ini menghubungkan UMKM dan usaha besar melalui skema holding UMKM. Pendekatan tersebut mampu menciptakan agregasi pasar.
Juga meningkatkan standardisasi produk, serta memperkuat akses pembiayaan dan pemasaran di berbagai sektor usaha.
“Skema ini dapat memperkuat daya saing UMKM melalui pengembangan usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya. **



